BAB I
PENDAHULUAN
A.
Maksud dan tujuan
1.1 Latar Belakang Penyusunan
Dasar
pelaksanaan program Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) pada Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) Negeri 36, Jakarta. Terletak pada keberhasilan dan keterkaitan
antara pendidik sekolah dengan tuntutan dunia kerja yang mana dapat dilihat
dari sudut pandang siswa-siswi untuk membuat laporannya.
Oleh Karena itu, kegiatan PRAKERIN ini sangat penting
bagi siswa-siswi SMK agar mampu mengembangkan dirinya sesuai dengan
kemampuannya dan diharapkan siswa-siswi tersebut memiliki pengalaman dan
pengetahuan yang luas di sekolah maupun di dunia kerja. Maka perlu di wujudkan
dalam laporan tertulis.
Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) sebagai
perwujudan kebijakan “Link and Match” dalam prosesnya dilaksanakan dalam rangka
peningkatan mutu tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk tercapainya
relevensi pendidikan dengan tuntukan kebutuhan tenaga kerja. Salah satu bentuk
implementasi pelaksanaan program PSG adalah praktik kerja siswa di Dunia Usaha
/ Dunia Industri ( DU / DI ).
Harapan utama dari kegiatan penyelenggaraan praktik kerja
di Dunia Usaha / Dunia Industri ( DU/ DI ) bagi siswa SMK Negeri 36 Jakarta,
yaitu memiliki kemampuan etos kerja yang meliputi : tanggung jawab, kemampuan
bekerja, motivasi kerja, inisiatif, kreatifitas, hasil pekerjaan yang
berkualitas, disiplin waktu dan kerajinan dalan bekerja.
1.2 Tujuan Penyusunan
1. Mengetahui
menambah kemampuan siswa-siswi dalam berfikir.
2. Memiliki
tingkat kompetensi dalam penyusunan.
3. Bukti
tertulis tentang yang d lakukan di dunia kerja sebagai laporan ke sekolah.
4. Menambah
wawasan dan ilmu pengetahuan.
5. Menerapkan
pelajaran yang diajarkan disekolah ke dalam dunia kerja.
1.
Tujuan
Pendidikan Nasional
Pendidikan merupakan pilar tegaknya
bangsa; Melalui pendidikanlah bangsa akan tegak mampu menjaga martabat. Dalam
UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, disebutkan “Pendidikan
nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban
bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan
untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,
kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab.
Visi dan misi
pendidikan nasional telah menjadi rumusan dan dituangkan pada bagian
“penjelasan” atas UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Visi dan misi
pendidikan nasional ini adalah merupakan bagian dari strategi pembaruan sistem
pendidikan.
·
Visi Pendidikan
Nasional
Pendidikan nasional mempunyai visi
terwujudnya system pendidikan sebaga pranata social yang kuat dan berwibawa
untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia
yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang
selalu berubah.
·
Misi Pendidikan
Nasional
Dengan visi pendidikan tersebut,
pendidikan nasional mempunyai misi sebagai berikut:
1. mengupayakan
perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi
seluruh rakyat Indonesia;
2. membantu
dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini
sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar;
3. meningkatkan
kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan
pembentukan kepribadian yang bermoral;
4. meningkatkan
keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan
ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar
nasional dan global; dan
5. memberdayakan
peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip
otonomi dalam konteks Negara Kesatuan RI.
2.
Tujuan
Pendidikan SMK
Tujuan
Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dapat dirangkum sbb.
1. Menyiapkan
siswa agar memiliki kepribadian yang bermoral dan beretika sehingga mampu
meningkatkan kualitas hidup dan memiliki keahlian yang andal di bidangnya (
terutama di bidang akomodasi perhotelan, usaha jasa pariwisata dan boga ).
2. Menyiapkan siswa agar mampu menguasai dan mengikuti
perkembangan teknologi
3. Menyiapkan
siswa menjadi tenaga kerja yang terampil produktif untuk dapat mengisi lowongan
kerja yang ada dan mampu menciptakan lapangan kerja terutama dibidang akomodasi
perhotelan, usaha jasa pariwisata dan boga
4. Memberikan
peluang masa depan lebih baik, jika tidak bisa melanjutkan ke jenjang yang
lebih tinggi.
3.
Tujuan
Program Keahlian
Di
dalam sekolah menengah kejuruan (SMK) mempunyai banyak program keahlian, dari
program keahlian teknik, perikana laut, pelayaran dan sebagainya. Program
keahlian adalah suatu tempat yang mengajarkan keahlian tertentu dalam SMK. Dari
program keahlian itu, kita dapat mempunyai suatu keahlian tertentu yang kita
kehendaki. Dari itu, kita dapat mempelajari suatu keahlian, kita dapat
mempelajari dari program keahlian yang kita kehendaki itu.
4. Tujuan Pendidikan Sistem Ganda
Tujuan
siswa SMK dalam mengikuti praktek kerja industri (prakerin) adalah mengenalkan
kepada siswa SMK bagaimana berada di dunia usaha dan indusrtri atau pun sebuah
perusahaan dalam prakerin siswa SMK berlatih untuk menggunakan keahliannya
didalam dunia usaha dan industri. Prakerin juga melatih kita untuk hidup
mandiri di kehidupan yang akan dating. Prakerin sangat wajib di ikuti oleh
seluruh siswa SMK. Karena tanpa prakerin siswa SMK tidak tahu bagaimana ia akan
berada di industri nantinya.
Dari
prakerin, tingkat keahlian siswa SMK dinilai dalam sikapnya dan pola pikirnya
didalam dunia usaha dan industri. Prakerin juga melatih siswa SMK untuk
bersikap dewasa dalam dunia industri. Jadi siswa SMK harus mengikuti pakerin
terlebih dahulu, jika ingin berada di dunia industri.
1.3 Metode Pengumpulan Data
Selama
melaksanakan Praktek Kerja Industri ( PRAKERIN ) memperoleh data yang telah
diperlukan dengan metode :
1. Metode
Wawancara
Penulis mengadakan wawancara dengan karyawan PT. Multicon
Indrajaya Terminal dan PT. Gaya Motor terutama karyawan bidang Teknik Pemesinan
mengenai urusan proses kerja dan segala sesuatu yang berhubungan dengan
pembuatan laporan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini.
2. Metode
Pengemasan
Dengan mengamati setiap pekerjaan yang diberikan, penulis
atau pelaksanaan PSG menarik kesimpulan sebagai data untuk membuat laporan.
3. Metode
Perpustakaan
keterangan yang diberikan atau diperoleh dari bahan-bahan
tulisan yang diberikan oleh PT. Multicon Indrajaya Terminal dan PT. Gaya Motor
anatar lain dokumen dan berkas-berkas berupa foto copy.
B.
Sasaran Kegiatan
1.
Peserta Pendidikan
Sistem Ganda (PSG)
Nama : Rendi maesyahputra
Tempat & tanggal lahir : 14-03-1995
NIS : 7589
Kelas : XI TP 1
Prog Keahlian : Teknik pemesinan
2.
Tempat Pendidikan Sistem
Ganda (PSG)
Tempat pendidika sistem ganda (PSG) pertama :
PT. MULTICON INDRAJAYA TERMINAL
Tempat pendidikan sistem ganda (PSG) kedua :
PT. GAYA MOTOR (PT. ASTRA INTERNATIONAL INCORPORATION)
C.
Kendala
dan Solusi Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda
1.
Kendala Pelaksanaan
Pendidikan Sistem Ganda
PT. MULTICON INDRAJAYA TERMINAL
Kendala :
Saat memasang playwil dan skrup matahari terjadi
kesalahan pemasangan
Solusi :
Membongkar kembali dan memasang dengan cara diangkat
menggunakan forklif
Kendala :
Pada saat mengecek oli transmisi mengalami kerusakan
Solusi :
Mengecek oli transmisi falmet dengan mesin hidup atau
ruuning.
PT. GAYA MOTOR (PT. ASTRA INTERNATIONAL INCORPORATION)
Kendala :
Sulit memahami nama part di bagian setting
Solusi :
Bertanya pada pembimbing perusahaan
Kendala :
Tidak memahami tipe part untuk di packing
Solusi :
Membaca dan memahami tipe part yang ada di buku kerja.
2.
Hambatan Pelaksanaan
Pendidikan Sistem Ganda
PT. MULTICON INDRAJAYA TERMINAL
Hambatan :
·
Jarak PT multicon yang
jauh sehingga saya harus lebih cepat untuk berada di tempat PKL lebih cepat.
·
Tidak ada pemberitahuan
pada bagian security sehingga ketika masuk PT masih harus meninggalkan kartu
pelajar.
PT. GAYA MOTOR (PT. ASTRA INTERNATIONAL INCORPORATION)
·
Pada awalnya tidak
mengetahui bagian-bagian yang ada di pabrik.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Sejarah berdirinya perusahaan
PT.
MULTICON INDRAJAYA TERMINAL
Sejak
berdirinya terminal pertama di tahun 1998, PT. Multicon Indrajaya Terminal
telah terus mengalami pertumbuhan besar dan terbukti kinerja yang sangat baik
dalam melayani Operator utama Jalur Utama. Beberapa pelanggan setia kami adalah
Maersk Line, OOCL, Hyundai, Yang Ming Line, Zimline, Evergreen, APL, NYK,
Pengiriman Cina, dan CMA - CGM. Berdasarkan
komitmen kami yang tinggi dalam yang sangat baik, profesionalisme pelayanan dan
disiplin, dan nilai tambah kepada pelanggan, Multicon telah berkembang begitu
banyak yang kita saat ini telah menjadi salah satu Operator Depot Kontainer
terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar minimal 20% di seluruh Indonesia.
Memiliki terminal kontainer 7 di masa sekarang, 2 di Jakarta, 2 di Surabaya, 1
di Panjang dan 1 di Semarang, dan 1 di Belawan. Instalasi infrastruktur TI
terbaru, fasilitas modern dan menerapkan manajemen operasional yang efektif dan
efisien, Multicon memimpin pasar dalam hal volume pergerakan kontainer.
Multicon bertujuan untuk menyediakan layanan terminal terbaik kepada pelanggan
dengan terus mengembangkan proses dan fasilitas kami.
cabang
Jakarta 1Jl. Palembang Nomor 1 Marunda, Jakarta 14210, IndonesiaTelp: +62-21
4485 4900.Fax: +62-21 4485 4901. Bekerja Jam: 24 jamArea: 100.000 m2
perkerasan betonFasilitas:
1. Memiliki
10 Layanan Pelanggan baris
2. Memiliki
7 Handlers Kontainer
3. Memiliki
8 gerbang baris di Impor, kapasitas 16 kontainer teus
4. Memiliki
gerbang 1 baris di Ekspor, kapasitas 2 teus kontainer
5. Memiliki
gerbang 14 baris keluar, kapasitas 28 teus kontainer
6. Memiliki
Kontainer Sistem Terminal dan Sistem EDI
7. Memiliki
IICL, Reefer dan Welding Sertifikasi
8. Memiliki
Pengolahan Limbah Air
9. Pelayanan:
10. Kapasitas
penyimpanan hingga 20.000 teus per hari
11. Troughput
hingga 50.000 teus per bulanMencuci hingga 25.000 teus per bulan
12. Perbaikan
hingga 10.000 teus per bulan
13. Garment
di Hanger hingga 1000 teus per bulan
14. Reefer
PTI hingga 3.000 teus per bulan
15. Reefer
Pemantauan hingga 5.000 teus per bulan
16. ISO
Tank Perbaikan hingga 500 teus per bulanTank ISO Membersihkan Stasiun hingga
750 teus per bulan.
17. Kontainer
Renovasi hingga 100 teus per bulanPengangkutan hingga 10.000 teus per bulan.
PT. GAYA MOTOR (PT.
ASTRA INTERNATIONAL INCORPORATION)
PT.
Astra International Incorporation (AII) pertama kali didirikan pada tanggal 20
Februari 1957 Drs. Tjia Kian Tie (Alm), William Soerjadja (Tjia Kiang Liong ),
dan E. Hariman (Liem Peng Hong), yang bergerak dalam bidang usaha ekspor-impor
hasil bumi, inventaris alat-alat kereta api untuk PKA (sekarang PJKA), serta
bahan-bahan untuk proyek pengembangan PLTA Jatiluhur.
Kemudian
pada tahun 1965 PT. Astra International mendirikan bangunan baru di Jakarta dan
kantor yang berada di Bandung dijadikan sebagai kantor cabang. Pada masa itu
PT. Astra International bergerak dalam bidang impor alat-alat berat dan
kendaraan bermotor. Berkat usaha patungan antara pemerintah Indonesia dengan
yang bergerak dalam bidang perakitan kendaraan beroda empat, maka pada tanggal
25 Februari 1969 berdirilah PT. Gaya Motor. Pada tanggal 1 Juli 1969 PT. Astra
International Incorporation (AII) mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah
Republik Indonesia sebagai agen tunggal kendaraan bermotor merek “Toyota” untuk
seluruh wilayah Indonesia.
Sebagai
kelanjutan dari pengakuan tersebut pada pertengahan tahun 1970 PT. Astra
International Incorporation (AII) membentuk “Toyota Division”
yang menangani distributor dan pemasaran kendaraan merek Toyota. Melihat
prospek pemesanan mobil merek Toyota cukup cerah, maka pada tahun 1971
didirikan perusahaan baru yang diberi nama PT. Toyota Astra Motor (TAM) yang
merupakan patungan antara Indonesia dengan Jepang. Perusahaan dari pihak
Jepang adalah Toyota Motor Company LTD,
dan Toyota Sales Company LTD. Sedangkan dari pihak Indonesia adalah PT. Astra
International dan PT. Gaya Motor.
Setelah
PT. Astra Motor berdiri, maka status agen tunggal Toyota untuk seluruh wilayah
Indonesia dialihkan kepada PT. Toyota Astra Motor, sedangkan PT. Astra
International berubah statusnya menjadi penyalur utama kendaraan bermotor merek
Toyota. Kegiatan PT. Toyota Astra Motor adalah mengimpor mobil-mobil merek Toyota
dalam keadaan Completely Knock Down
(CKD) dari Jepang dan merakitnya di PT. Gaya Motor serta menyalurkan pada
dealer-dealer utama di Indonesia. Disamping sebagai agen tunggal PT. Toyota
Astra Motor juga bergerak sebagai importir suku cadang untuk mobil-mobil merek
Toyota.
Dengan
semakin berkembangnya pemasarannya mobil merek Toyota, dan agar pengelola
pemasaran mobil Toyota di Indonesia dapat lebih efisien dan efektif, maka pada
tanggal 1 Januari 1976 didirikan PT. Astra Motor Sales (AMS) berdasarkan Akta
Notaris Kartini Mulyadi, SH. No. 195 tanggal 30 Juli 1975 dan No. 52 tanggal 10
Oktober 1975. Sebelumnya untuk penjualan mobil Toyota dilakukan oleh satu
divisi dari PT. Astra International yaitu Motor
Vehicle Division. Pada tahun 1989, PT. Astra Motor Sales bergabung dan
menjadi divisi penjualan dari PT. Astra International. Kegiatan utama PT. Astra
International adalah menjual mobil merek Toyota, menjual sahamnya pada
masyarakat (go public) dengan nilai nominal yang tidak terlalu tinggi.
Pada
saat go public, nama PT. Astra
International diubah menjadi PT. Astra International Toyota Division. Pada
tanggal 8 Agustus 1995 menurut Akte Notaris Ny. Rukmasanti Hardjasatya, SH
No.2, PT. Astra International Toyota Division berubah menjadi PT. Astra
International Tbk. Toyota Sales Operation yang bertempat di Jl. Dr. Djunjunan
192 Bandung. Maka pada tanggal 4 Maret 1996 diresmikan PT. Astra International
Tbk. Toyota Sales Operation cabang Pasteur Bandung oleh Chief Executive AUTO 2000 Yap Tjay Soen.
Dalam upaya memenuhi kebutuhan pelanggan akan kendaraaan
bemotor merek Toyota, PT. Astra International Tbk. Toyota Sales Operation juga melakukan bantuan
pengelolaan atas PT. Serasi Autoraya (Toyota Rent AUTO 2000 Car/Trac) yang
menangani jasa penyewaan mobil merek Toyota dan PT. Arya Kharisma (Mobil 88)
yang melayani penjualan mobil bekas merek Toyota. Kedua perusahaan ini termasuk dalam AUTO 2000
Group.
Sebagai dealer utama wilayah perusahaan PT. Astra International Tbk.
Toyota Sales Operation mencakup Sumetra (kecuali Jambi, Riau, dan Bengkulu),
Jawa (kecuali Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta), Bali, NTB, dan NTT. Kantor cabang Pasteur merupakan cabang ketiga
untuk wilayah Bandung dan sekitarnya.
Masing-masing cabang berdiri sendiri dan dalam kegiatan opoerasionalnya
bertanggung jawab langsung ke kantor pusat PT. Astra International Tbk.
Toyota Sales Operation yang beralamat di
Jl. Gaya Motor III No. 3 Sunter II Jakarta Utara.
2.2 Tahapan Pelaksanaan Kegiatan
di Perusahaan
PT.
MULTICON INDRAJAYA TERMINAL
Senin-sabtu
|
No.
|
JAM
|
KEGIATAN
|
|
1
|
07.00 – 12.00
|
Masuk kerja
|
|
3
|
12.00 – 13.00
|
ISHOMA
|
|
4
|
13.00 – 16.00
|
Masuk kerja
|
|
5
|
16.00 -
|
Jam pulang
|
Jumat
|
No.
|
JAM
|
KEGIATAN
|
|
1
|
07.00 – 11.30
|
Masuk kerja
|
|
3
|
11.30 – 13.00
|
ISHOMA
|
|
4
|
13.00 – 16.00
|
Masuk kerja
|
|
5
|
16.00 -
|
Jam ulang
|
PT. GAYA MOTOR (PT.
ASTRA INTERNATIONAL INCORPORATION)
Senin – kamis
|
No.
|
JAM
|
KEGIATAN
|
|
1
|
07.00 – 12.00
|
Masuk kerja
|
|
2
|
10.00 – 10.30
|
Coffe break
|
|
3
|
10.30 – 12.30
|
ISHOMA
|
|
4
|
12.30 – 15.00
|
Masuk kerja
|
|
5
|
15.00 -
|
Jam pulang
|
Jum’at
|
No.
|
JAM
|
KEGIATAN
|
|
1
|
07.00 – 11.30
|
Masuk kerja
|
|
2
|
10.00 – 11.00
|
Coffe break
|
|
3
|
11.00 – 13.00
|
ISHOMA
|
|
4
|
13.00 – 15.30
|
Masuk kerja
|
|
5
|
15.30 -
|
Jam ulang
|
2.3 Uraian Kegiatan Prakerin
PT.
MULTICON INDRAJAYA TERMINAL
Di perusahaan ini peserta
prakerin ditempatkan pada bagian Divisi Technical Support Center selama 22 Juni
2011 s/d 22 Juli 2011, antara lain :
• Membersihkan area kerja
• Menyetim side leader
• Mengganti alternator
• Mengganti hose
• Memasang inyektor
• Menjemper ACCU
• Memotong hose
• Melepas filter hidrolik
• Memasang dan mengganti PECU
PT. GAYA MOTOR (PT.
ASTRA INTERNATIONAL INCORPORATION)
Di
perusahaan ini peserta prakerin ditempatkan pada bagian Divisi PAINTING PLASTIC
dibagian HONDA OEM selama 3 januari 2012 s/d 30 maret 2012, antara lain :
·
Cleaning Part
Yakni proses pembersihan
part setelah di buffing
·
Setting Part
Proses yang dilalkukan
setelah proses recti untuk dikirim ke honda.
·
Wraping Part
Proses Pembungkusan
spart part motor dan memberi kode part.
·
Sending Part
Proses pengampalasan
pada permukaan part yang terjadi kesalahan pengecetan.
·
Supply Part
Proses pengiriman barang
untuk dilakukan proses berikutnya.
2.4 Hasil-Hasil Produksi
Perusahaan
PT.
MULTICON INDRAJAYA TERMINAL
Hasil-hasil yang di produksi perusahaan
adalah :
Bergerak dalam
bidang ekspor dan impor hanya meminjamkan peti kemas dan overhoul engine
trucking yang rusak. Selain itu melakukan perawatan pada peti kemas dan
sitloader dan toploader.
PT. GAYA MOTOR (PT.
ASTRA INTERNATIONAL INCORPORATION)
Hasil-hasil
produksi perusahan adalah :
·
Spart part motor honda
ü cover tail
ü Front top
ü Handle front
ü Visor
ü Body L/R
ü Mainpep
ü fender
·
Mobil BMW
·
Mobil daihatsu
·
Mobil toyota
·
Assembling toyota, Daihatsu.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesimpulan penulis selama melaksanakan Praktik Kerja
Industri (PRAKERIN) yaitu :
Ø Penulis
kini dapat mengetahui cara kerja yang efisien dan efektif.
Ø Penulis
dapat menerapkan materi-materi yang dapat di sekolah pada Praktik Kerja
Lapangan.
Ø Penulis
mendapatkan wawasan yang luas dan berharga di PT. Multicon Indrajaya Terminal
& PT. Gaya Motor di Divisi Technical Support Center & Honda OEM.
Ø Penulis
dapat mengetahui bagaimana pentingnya pengelolaan mesin di dalam perusahaan.
Ø Penulis
juga dapat mengetahui bahwasanya PT. Multicon Indrajaya Terminal & PT. Gaya
Motor adalah Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)
Ø Penulis
dapat mengetahui bagaimana tata bersikap & berbicara yang baik layaknya
pegawai.
3.2 Saran
1. Saran Kepada Pihak Perusahaan
Penulis
mengharapkan pada pihak perusahaan agar para senior dan atasan yang lain lebih
aktif dalam mengajar dan mendidik anak- anak yang mengadakan observasi
pembelajaran di perusahaan agar anak- anak yang mengikuti On Job Training lebih
mengerti dengan apa yang dia dapat.
2. Saran Kepada Pihak Sekolah
Harapan
kepada pihak sekolah untuk selalu berhubungan baik dengan pihak industri serta
merintis kerja sama dengan baik agar siswa/i dapat mengetahui perkembangan di
bidang industri.
Akhir kata penulis menyampaikan banyak terima kasih
kepada semua pihak yang membatu penulis dalam menyelesaikan karya tulis ini,
dan apabila dalam pembuatan karya tulis ini ada kesalahan yang dibuat penulis
maka penulis berharap pada pihak yang merasa dirugikan memberikan maaf yang
sebesar-besarnya.
Riwayat Hidup Siswa
Yang
bertanda tangan dibawah ini :
Nama
: Rendi Maesyah Putra
TTL : Jakarta, 14 Maret
1995
Status : Pelajar
Alamat : Jln.
Swasembada Timur XX No. 23 RT.015/05 Kel.Kebun Bawang,
Kec.Tanjung Priok
Jakarta Utara
Dengan
ini saya masih berstatus sekolah di SMK Negeri 36 kelas 2 Teknik Pemesinan
(PSG) di PT. Multicon Indrajaya Terminal & PT. Gaya Motor.
Selama
saya menjalankan PSG banyak ilmu-ilmu yang saya dapatkan dibagian tersebut
& sangat berguna untuk saya dikemudian hari.
Demikian
saya sampaikan Riwayat Hidup saya yang saya buat dengan sebenar-benarnya,
Terima Kasih.
Hormat Saya
Jakarta,
0 komentar:
Posting Komentar